Langsung ke konten utama

Khutbah - mengenal 6 pembatal keislaman

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh


إِنَّ الْـحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،

وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.


أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.


يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ،

وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ،

وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا،

وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً.

وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ،

إِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.


اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ،

إِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.


يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ،

وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا،

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ،

وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ،

وَمَنْ يُطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ،

فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ،

وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ،

وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا،

وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

Kaum muslimin rahimani warahimakumullah

Khotib wasiatkan kepada diri khotib sendiri dan jama'ah semua untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Karena Ketakwaan adalah bekal terbaik yang Allah perintahkan bagi setiap hamba. Takwa membimbing kita untuk menjaga tutur kata, perbuatan, dan hati. Dalam hidup yang selalu berubah ini, setiap muslim wajib terus melakukan muhasabah dan memperbaiki diri.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabatnya, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.


Kaum muslimin rahimani warahimakumullah

Judul khutbah kita pada siang hari ini adalah mengenal 3 pembatal keislaman

Hadirin jama'ah sholat jum'at yang dimuliakan Allah

Mengetahui pembatal keislaman merupakan hal yang sangat penting bagi setiap Muslim, karena hal itu berkaitan langsung dengan penjagaan iman dan keselamatan agama seseorang.

Karena ketika keislaman seseorang batal (riddah atau keluar dari Islam), maka akibatnya sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

 وَمَن یَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِینِهِۦ فَیَمُتۡ وَهُوَ كَافِرࣱ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ }

Artinya: “Barang siapa murtad dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah orang-orang yang amalnya sia-sia di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Surat Al-Baqarah: 217]

Hadirin jama'ah sholat jum'at yang dimuliakan Allah

Syeikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab raẖimahumullāh menyebutkan setidaknya ada sepuluh pembatal keislaman yang sering terjadi.

Namun pada kesempatan yang mulia ini, khotib akan menjelaskan tiga pembatal keislaman.


Yang pertama, 

الشِّرْكُ بِاللَّهِ

Syirik kepada Allah, yaitu menjadikan sekutu bagi Allah dengan berdoa, takut, berharap, atau mencintainya seperti mencintai Allah.


Yang kedua,

اتَّخَاذُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ

Menjadikan perantara antara dirinya dan Allah

Yakni berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, atau bertawakal kepada mereka; maka ia kafir berdasarkan ijmak ulama.


Ketiga,

عَدَمُ يُكَفِّرِ المُشْرِكِينَ أَوْ شَكَّ فِي كُفْرِهِمْ

Tidak mengkafirkan orang musyrik, atau ragu tentang kekafiran mereka


Hadirin jama'ah sholat jum'at yang dimuliakan Allah

Allah subhanahu wata'ala sudah memberikan contoh perbuatan pembatal-pembatal keislaman tersebut di dalam al-Qur'an agar kita umat yang datang setelahnya dapat mengambil pelajaran darinya.

Pertama, contoh kesyirikan yaitu kesyirikan kaum Nabi Ibrahim alaihis salam yang menyembah parung

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا هَٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِيٓ أَنتُمۡ لَهَا عَٰكِفُونَ

Artinya:

Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayah dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?” QS. Al-Anbiyā’: 52


Kedua, contoh mengambil perantara

Yakni prilaku kafir quraisy, yang menyembah berhala dengan harapan agar berhala tersebut menjadi perantara antara mereka dengan Allah.

Allah subhanahuwata'ala berfirman:

وَيَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡ وَيَقُولُونَ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِۚ 

Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak (pula) manfaat. Mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” QS. Yūnus: 18


Ketiga, contoh Tidak mengkafirkan orang musyrik atau ragu

Sikap yang benar adalah kita meyakini bahwa agama selain islam adalah tida benar, pemeluknya adalah kafir akan masuk neraka. Hal ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُ

Artinya: ketika Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya berkata kepada kaum mereka, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah; kami mengingkari (kamu) dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata.” QS. Al-Mumtahanah: 4


Hadirin jama'ah sholat jum'at yang dimuliakan Allah

Menjaga keislaman adalah kewajiban terbesar setiap Muslim. Iman harus dijaga dengan ilmu, amal, dan ketakwaan. Karena itu, jauhilah segala bentuk pembatal keislaman, baik berupa keyakinan, ucapan, maupun perbuatan. 

Jangan mendekati syirik sekecil apa pun, jauhi perbuatan yang meragukan, dan berhati-hatilah terhadap hal-hal yang dapat merusak iman. 

Hendaklah kita senantiasa memperkuat tauhid, memperbanyak ibadah, dan mengiringi kehidupan keluarga dengan tazkiyah (penyucian hati). Siapa yang memelihara imannya, Allah akan memeliharanya dalam segala keadaan.

Mudah-mudahhan Allah menjaga kita sekeluarga dari segala hal yang dapat membatalkan keislaman. 

Mudah-mudahhan Allah mengokohkan iman kita, meluruskan keyakinan kita, dan menjauhkan kita dari syirik, kekufuran, dan kemunafikan. Jadikan hati kita tetap di atas agama-Mu sampai akhir hayat.”

نَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا سَمِعْنَا مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِهَدْيِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَأَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

يَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الشِّرْكَ أَعْظَمُ الذُّنُوبِ وَأَخْطَرُهَا عَلَى الْإِيمَانِ


Hadirin jama'ah sholat jum'at yang dimuliakan Allah

Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam dan menjadi penyebab hilangnya keimanan seseorang. Karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati dari segala bentuk syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil. 

Upaya menjaga tauhid harus dilakukan dengan ilmu, amal, dan kesadaran hati. Berikut tiga tips penting agar kita terhindar dari perilaku syirik.

Berikut 3 Tips Agar Terhindar dari Perilaku Syirik

Pertama, Memperkuat Ilmu Tauhid dan Memahami Makna La ilaha illallah

Dengan mempelajari tauhid, seorang Muslim dapat membedakan mana ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah dan mana yang termasuk syirik.


Kedua, Memperbanyak Doa Agar Ditetapkan di Atas Tauhid

Hati manusia mudah berbolak-balik, sehingga perlu selalu memohon perlindungan Allah dari syirik.


Ketiga, Menjauhi Semua Sarana yang Mengarah kepada Syirik

Termasuk di dalamnya: meminta tolong pada selain Allah dalam perkara ghaib, meyakini jimat membawa keberuntungan, atau mengagungkan makhluk secara berlebihan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Komentar