Langsung ke konten utama

Muhadoroh B.Indo - Pentingnya menjaga lisan

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْأَسْمَاءُ الحُسْنَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ المُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى سُنَّتَهُ وَاهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً،

Awwalan, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua.

Saniyan, Sholawat beserta Salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabiyulloh Muhammad SAW, shohibussyafa’at fiyaumil qiyamat.

Yang terhormat kepada Ustaz kepala sekolah serta teman-teman yang saya banggakan.

Hadirin rohimakunnalloh

Berdirinya ana di sini, ana akan menyampaikan sebuah muhadoroh yang berjudul "Pentingnya Menjaga Lisan"

Pentingnya untuk menjaga lisan, sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakan akan melukai banyak orang.

Dan diantara maksiat lisan yang banyak dari kita melanggar adalah kazib yakni berbohong.

Setidaknya ada dua bahaya berbohong:

Pertama, Berbohong Dapat Menjerumuskan Diri ke dalam Api Neraka

Rasulullah SAW bersabda,

"Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka.HR Abu Dawud

Kedua, Kebohongan adalah Tanda Orang Munafik

Rasulullah SAW bersabda,

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وإذَا وعَدَ أخْلَفَ، وإذَا اؤْتُمِنَ خَان

Artinya:

"Tanda orang munafik ada tiga, pertama apabila berbicara berbohong, lalu apabila berjanji mengingkari atau menyelisihi janji, dan apabila diberi amanah berhianat.”

(Hadis shahih riwayat Al-Bukhari


Hadirin rohimakumulloh,

Lantas bagaimana agar lisan kita selamat dari maksiat-maksiat tersebut? Pada suatu saat, ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiallohu ‘anhu pernah bertanya, “Wahai Rosululloh, di manakah letak keselamatan itu?” Rosululloh SAW menjawab ;

أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلىَ خَطِيْئَتِكَ

“Jagalah lisanmu, sempatkanlah berada di rumahmu dan tangisilah dosa-dosamu.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah pidato yang dapat saya uraikan, kurang lebihnya saya mohon maaf, dan saya akhiri…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar