Sebelum memulai khutbah, khatib hendak menyampaikan apa yang dengannya Nabi shallallahu aalaihi salam memulai khutbahnya; dalam riwayat abu dawud setiap kali Nabi shallallahu alaihi wasalam selesai shalat id, maka beliau mengatakan:
إنا نخطب، فمن أحب أن يجلس للخطبة فليجلس، ومن أحب أن يذهب فليذهب
kami akan berkhutbah, siapa yang ingin tetap duduk mendengarkaan khutbah silahkan, dan siapa yang ingin pergi juga dipersilahkan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العلمين، رب الأرضين والسموات،
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعفّه تُغفر الذنوب والسيئات،
الحمد لله الذي أمات وأحيا، ومنع وأعطى، وأضحك وأبكى،
وكلِّ الحمد لله، الذي لم يتخذْه ولدا، ولم يكن له شريكٌ في الملك،
أشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، شهادةً أدَّخِرها إلى يومٍ كان شرُّه مُستطيرا،
وأشهد أنَّ نبينا وحبيبنا محمدا عبد الله ورسوله، بعثه بالهدى ودين الحقّ بشيرا ونذيرا، وداعيا إلى الله بإذنه سراجا منيرا
يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
إن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه السلم، وشرَّ الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار
أما بعد:
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul aha, rahimani warahimakumullah
Di pagi yang penuh berkah ini, di balik hati yang cerah ceria, kita kembali mengumandangkan takbir berulang-ulang, sebagai pernyataan yang tulus dan ikhlas akan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wata’ala,
ِAllahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd
Kita kembali merasakan kegembiraan dan kebahagian, dalam suasana idul adha, 1443 hijriyah, untuk mengenang kembali kisah bersejarah, yang sarat dengan keteladanan bagi kehidupan kita, yaitu kisah Nabiyullah Ibrahim alaihis salam.
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul adha, rahimani warahimakumullah
Mari kita tingkatkan taqwa kepada Allah subhanahu wata’ala dan mari kita jadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sebagaimana yang difirmankan Allah subhanahu wata’ala dalam al quran:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ ھُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Itulah Al-Qur'an, yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa
Dan diantara metode al quran, dalam menyampaikan petunjuknya adalah melalui kisah-kisah, baik kisah para Nabi dan Rasul, kisah Maryam, Luqmân, Dzulqarnain, Qârûn, dan lain sebagainya.
Dan dari kisah-kisah tersebut terdapat sebuah kisah yang sarat dengan keteladanan yang baik bagi kehidupan kita, yaitu kisah Nabiyyullah Ibrahim alaihis salam. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
قد كانت لكم أسوة حسنة في إبراهيم والذين معه
Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya. Q.S al-Mumtahanah
Ibrahim berbakti
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul adha, rahimani warahimakumullah
Masih segar rasanya ingatan kita, tentang bakti Nabi Ibrahim alaihis salam, kepada ayahnya azar, dengan sabar dan lemah lembut, Nabi Ibrahim mendakwahi Ayahnya agar meninggalkan penyembahan terhadap patung-patung, dengan lembutnya Nabi Ibrahim alaihis salam berkata:
يَٰٓأَبَتِ لِمَ تَعۡبُدُ مَا لَا يَسۡمَعُ وَلَا يُبۡصِرُ وَلَا يُغۡنِي عَنكَ شَيۡٔٗا
Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak juga melihat, dan tidak mampumenolongmu sedikit pun? (Maryam: 42)
Begitulah seharusnya kita sebagai seorang anak, berkata lemah lembut kepada orang tua kita, kita berbakti penuh khidmat kepada kedua orang tua kita,
Maka pada momentum idul adha ini, mungkin ada diantara kita ada yang terbayang orang-orang yang pernah berkesan di dalam hidupnya, karena kita lahir di dunia ini, bukanlah tanpa sebab, kita lahir di bumi ini dari rahim seorang ibu, sembilan bulan sepuluh hari kita menumpang di perutnya, bersimbah darah dia nyawa dilahirkannya kita, andai kata hari ini, ibu kita masih ada di dekat kita, dapatlah kita cium tangannya, dapatlah kita peluk tubuhnya yang rapuh, maafkan aku ibu jika telah membantah, maafkan aku ibu jika telah berdusta,
Begitu juga dengan ayah kita, dia yang menjadi tulang punggung keluarga, dikerahkan seluruh tenaga untuk mencari nafkah rezeki yang halal, tanpa mengeluh ia tetap berjuang, berjalan merangkak memikul beban, dikorbankan hidupnya untuk anak-anaknya, demi buah hati belahan jiwa, andai kata hari ini ayah kita masih ada, dapatlah kita, cium tangannya, dapatlah kita peluk tubuhnya yang rapuh,
Tapi mungkin ada diantara kita, ayah ibu sudah lama mendahului kita, tidak ada yang dapat kita ucapkan untuk mereka kecuali rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shagiro
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahilham
Ibrahim pendidikan anak
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul adha, rahimani warahimakumullah
Pada hari ini 10 zul hijjah adalah hari yang paling mulia diantara hari-hari yang ada,
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan hari tasyriq. HR Abu Daud
Pada hari ini, insyaAllah kita akan melakukan ibadah yang sangat agung, yaitu menyembelihan hewan qurban,
Inilah puncak dari ketaqwaan kita kepada Allah, inilah puncak keimanan kita kepada Allah subhanahu wata'ala, yaitu mengorbankan harta yang kita cintai.
Inilah yang dilakukan Nabi Ibrahim alaihis salam, begitu cinta beliau kepada allah, beliau mau mengorbankan harta yang paling dia cintai, yaitu anaknya Ismail,
80 tahun Nabi Ibrahim berdoa minta anak, tidak jenuh tidak bosan beliau mengatakan
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya rabb, karuniakan untukku anak yang shaleh. QS as-saffat:100
Baru dikabulkan oleh Allah,
Tapi apa yang terjadi, begitu beliau punya anak, datang perintah dari Allah untuk mengorbankan anaknya,
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ
Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. QS as-saffat:100
Seakan-akan Allah mengatakan, Ibrahim, kau memang cinta kepadaku, tapi setelah kau punya anak, masuk cinta anak ke hatimu, ayo buktikan, mana yang lebih besar, cintamu kepada ku atau cintamu kepada anakmu, sembelih anakmu Ibrahim,
Ibrahim karna cintanya kepada Allah lebih besar, akhirnya melaksanakan perintah itu,
Inilah pelajaran yang kedua, jika kita memang cinta kepada Allah, kita korbankanlah harta yang paling kita cintai,
لَن تَنَالُواْ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَىْءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Kamu tidak akan memperoleh pahala sempurna, sampai kamu menginfakkan apa yang paling kamu cintai, dan apa-apa yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah maha mengetahui. QS ali Imran:92
Yuk berinfak
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul adha, rahimani warahimakumullah
Kenapa sekarang kita malas berinfak?, malas untuk bersedekah, malas untuk berkurban padahal kita mampu?,
Allah menjelaskan itu,
اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ
Setan membisikkan kurang, kurang, dan kurang. QS al-baqoroh:268
Inilah yang membuat orang malas untuk berkurban, malas untuk bersedekah, setan membisikan kurang,
Kalau saya bersedekah sejuta dua juta, uang saya akan berkurang, jangankan sejuta dua juta, seribu dua ribu pun kalau hati kita sudah bakhil, kalau kita kikir, kita pelit, itu terasa besar
inilah yang menyebabkan orang malas untuk berinfak bersedekah, karena dia sudah dikuasai oleh setan, dibisikkan ke dalam hatinya kurang kurang kurang,
Sudah tahu masjid sedang dibangun, sudah tahu masjid sedang direnovasi, panitia sudah mengumungkan kebutuhan dana,
Begitu dia ingin berinfak sejuta, datang setan berbisik, jangan, nanti hartamu berkurang,
Kurang, kurang, kurang,
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Sedekah tidaklah mengurangi harta. HR. Muslim no. 2558
Sudah tahu ayah sedang sakit, beras di rumahnya tinggal sedikit, ibu kesana-kemari berhutang demi sesuap nasi,
Kita begitu beratnya memberikan uang untuk ibu kita,
Begitu beratnya kita membawa ayah kita untuk berobat,
Padahal kita mampu,
Jangan ada hitung-hitunganngan dengan orang tua,
Ayah, tak penat kau kayuh sepeda tuamu
Menelusuri jalan penuh liku
Keringat menetes aliri tubuhmu
Hujan angin kilat datang menyambar
Melaju terus penuh sabar
Agar anakmu ini menjadi terpelajar
Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, bahwa suatu hari Nabi Muhammad ditangangi oleh seseorang, dia berkata
يا رسول الله
Ya Rasulullah
إن لي مالا وولدا
sesungguhnya aku memiliki harta dan anak
وإن أبي يريد أن يجتاح مالي
namun ayahku ingin mengambil habis hartaku
Lantas apa kata Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
أنت ومالك لأبيك
engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu
Nikmat terbesar kita hari ini bukanlah kaya, karena betapa banyak orang yang kaya, tapi hartanya tidak dapat menolongnya di hadapan Allah
Nikmat terbesar kita hari ini bukanlah, pangkat jabatan kedudukan yang tinggi, karena betapa banyak pangkat dan jabatan tidak bisa membebaskan orang dari neraka, bahkan banyak yang terjerumus ke neraka
Kalaulah orang bisa mulia karena hartanya, mestinya hari ini Qorun lebih mulia dari pada kita, hartanya tertimbun di dalam tanah,
Kalaulah orang bisa mulia karena pangkat dan jabatannya, mestinya hari ini Fir'aun lebih mulia daripada kita,
Nikmat terbesar kita hari ini adalah, ketika kita diberikan harta oleh Allah, ketika kita dititipkan pangkat dan jabatan oleh Allah,
Itu semua dapat kita gunakan untuk menolong agama Allah, agama islam yang kita cintai ini,
Mudah-mudahhan Allah lapangkan rezeki kita, supaya kita bisa berinfak bersedekah sebagai bekal kita meninggalkan dunia ini
Amin Amin ya raabl alamin
أَعَادَهُ اللَّهُ عَلَيْنَا وَعَلَيْكُمْ وَعَلَى الْمُسْلِمِينَ بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا طَيِّبًا كَثِيرًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَكَبِّرُوهُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَظِيمَةِ؛ فَإِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ تَعَالَى كَمَا فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
Berqurban sosial
Hadirin walhadirat, jama’ah shalat idul adha, rahimani warahimakumullah
Ibadah kurban sangat sarat akan nilai-nilai sosial dan agama, Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa, Dengan berkurban, kita bisa membahagiakan para penerima manfaat, orang-orang lemah, fakir miskin, yatim piatu, para manula,
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, tegas mengatakan
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Itulah beberapa pelajaran dan keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim alaihis salam, mudah-mudahhan yang sedikit ini dapat kita implementasikan di dalam kehidupan kita,
Akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah subhanahuwata'ala,
الحمد لله رب العلمين،
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيدا. اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأمواتا. اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربونا صغارا
سبحان ربك رب العزة عما يصفون، والسلام على المرسبين، والحمد للع رب العلمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Sumber:
https://nu.or.id/khutbah/khutbah-idul-adha-spirit-berkurban-dan-kepedulian-sosial-cyoXR
https://rumaysho.com/24055-hadits-arbain-36-rajin-menolong-ringan-tangan.html
https://almanhaj.or.id/5843-urgensi-mengenal-kisahkisah-dalam-alquran.html
https://muslim.or.id/19412-hikmah-cerita-cerita-dalam-al-quran.html
https://asysyariah.com/hikmah-dakwah-nabi-ibrahim/
https://www.youtube.com/watch?v=a5wVjsLkIdg
https://www.youtube.com/watch?v=ncIJIMD2stQ