Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji milik Allah Swt yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali berada di bulan yang penuh keberkahan, bulan Rajab. Bulan yang termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam syariat Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya Islam. Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya, sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 13:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kalian." (QS Al-Hujurat: 13)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini, khatib ingin menyampaikan khutbah yang berjudul Kemuliaan Bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Quran, yaitu pada Surat At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya, dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS At-Taubah: 36)
Keempat bulan haram itu adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan Rajab, Allah Swt melarang umat Islam melakukan perbuatan zalim, terutama dalam peperangan. Ini juga merupakan bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti berpuasa, bersedekah, dan memperbanyak istighfar.
Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Hadits ini menunjukkan bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan yang besar, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai keabsahannya. Namun, para ulama sepakat bahwa bulan ini tetap penuh berkah.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kemuliaan bulan Rajab hendaknya menjadi momen untuk memperbanyak amal kebaikan. Beberapa amalan yang dianjurkan di bulan Rajab antara lain:
1. Memperbanyak Istighfar dan Tobat
Bulan Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan bertobat. Pintu ampunan Allah terbuka luas di bulan ini.
2. Berpuasa Sunnah
Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan ini. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, maka seolah-olah ia berpuasa sebulan penuh." (HR Al-Baihaqi)
3. Memperbanyak Sedekah
Sedekah adalah amal yang sangat dianjurkan di bulan Rajab. Sedekah menghapus dosa dan mendatangkan keberkahan.
4. Memperbanyak Doa
Bulan Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, terutama doa meminta ampunan dan kebaikan di dunia dan akhirat. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ،
"Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasy'bâna waballighnâ ramadlanâ."
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
5. Meningkatkan Sholat Sunnah
Selain sholat wajib, perbanyaklah sholat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan rawatib untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Hadirin yang dimuliakan Allah
bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 214)
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Demikian khutbah singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mari kita manfaatkan bulan Rajab untuk memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Jangan sampai kita lalai terhadap kemuliaan bulan ini. Jadikan bulan Rajab sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَجَمِيعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ جَمِيعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَ لَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
Maasyirol muslimin rahimakumullah
Mengenai keutamaan bulan-bulan haram telah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala dalam surat At-Taubah: 36. Allah Ta’ala berfirman:
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan (haram) yang empat itu“
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat di atas,
ثم اختص من ذلك أربعة أشهر، فجعلهن حراما، وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.
Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya. Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar. Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan didalamnya lebih besar pula” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/26).
Dari itu hadirin yang dimuliakan Allah, hendaknya setiap kita berhati-hati. Jangan sampai kita melakukan dosa di bulan haram ini yakni bulan rajab. Karena dosa yang kita lakukan di bulan haram lebih besar dan lebih berat hukumannya di sisi Allah subhanahu wata'ala.
Akhirnya, kita bermohon kepada Allah agar kita diberi istiqomah dan taufiknya agar dapat berbuat amal-amal sholih dan terhindar dari berbagai prilaku dosa di bulan haram ini.