Langsung ke konten utama

Khutbah - sifat bawaan manusia

 

Tergesa-Gesa Dari Setan

Khutbah Pertama:


إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


وَ إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ


أَمَّا بَعْدُ:


أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala

Kalimat tasyakkur



Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala


Di dalam Alquran, Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwasanya manusia itu diciptakan dari tanah. 

Penjelasan tentang hal itu terdapat dalam banyak ayat. Di antaranya firman Allah Ta’ala,


 ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ


“Dialah Allah yang telah membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” [Quran As-Sajdah: 7]


Di ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,


 وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ


“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” [Quran A-Mukminun: 12].



Kemudian Allah menjelaskan kepasa kita, bahwa manusia mempunyai beberapa karakter yang menjadi bawaan penciptaan manusia. 

Diantaranya yang pertama: Tamak

Allah ta'ala berfirman:


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ


“Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.” (QS. At Takatsur: 1)


Dalam hadis dijelaskan:

لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ

Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah.


Diantara sifat bawaan manusia berikutnya adalah suka mengeluh.

Allah ta'ala berfirman:

الْإِنسٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Surat Al-Ma’arij Ayat 19


Dan diantara sifat-sifat tersebut, ada satu sifat yang jarang disadari oleh kita manusia, yaitu suka tergesa-gesa.

Allah ta'ala berfirman:

 خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ 

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” [Quran Al-Mukminun: 37]


Dari sini, manusia bisa mengenali dan memahami dirinya sendiri. Bahwa dirinya memiliki sifat bawaan yang tidak baik yaitu tergesa-gesa. Sebuah sifat yang bisa membuatnya menyesal dalam berucap dan mengambil tindakan. Tergesa-gesa adalah seseorang mengambil tindakan secara lisan dan perbuatan tanpa berpikir secara matang dan tenang.


Seandainya manusia menyadari bahwa mereka memiliki karakter bawaan seperti ini, mereka akan berusaha meredamnya. Berusaha mengumpulkan informasi dari banyak sudut pandang. Berusaha mendengar dari kedua belah pihak. Tidak berani menyimpulkan hanya bermodalkan membaca judul tanpa membaca informasi secara lengkap, dll.


Kondisi sifat manusia ini diperparah dengan godaan setan. Setan mendorong manusia untuk tergesa-gesa agar mereka semakin celaka dan panen dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


العجلة من الشيطان


“Tergesa-gesa itu dari setan.” [HR. Hakim].


Artinya, sifat tergesa-gesa yang berpotensi membuahkan penyesalan ini datang dari dua arah. Datang dari dalam diri kita karena dia adalah karakter bawaan. 


Kemudian datang dari sisi luar, yaitu godaan setan. Karena itu, butuh usaha yang kuat, keseriusan, dan kesadaran agar kita tidak jatuh dalam ketergesa-gesaan.


Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diingatkan oleh Allah Ta’ala jangan tergesa-gesa dalam menghafalkan Alquran saat Jibril sedang membacakannya kepada beliau.


Hadirin

Dikisahkan bahwasannya, suatu hari Jibril datang mengajari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam membaca al-Qur'an. Namun karena sangking semangatnya, Nabi Muhammad membaca dengan cepat alias tergesa-gesa. Kemudian Allah ta'ala menegur Nabi Muhammad dengan menurunkan al-Qur'an surah al-qiyamah ayat 19:


 لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ


“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” [Quran Al-Qiyamah: 16]


Dari ayat tersebut kita belajar, bahwa termasuk adab membaca al-Qur'an adalah tenang, tidak terburu-buru.


Makadari itu Allah ingatkan kita dalam al-Qur'an:


وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا


Dan bacalah al-Qur’an itu dengan tartil. (Al-Muzammil: 4)


Hadirin jama'ah sholat jum'at


Diantara contoh tergesa-gesa yang dilarang adalah 


Tergesa-gesa menuju sholat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا


“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun tetaplah tenang dan khusyuk menuju shalat, jangan tergesa-gesa. Apa saja yang kalian dapati dari imam, maka ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, maka sempurnakanlah.” (HR. Bukhari, no. 636 dan Muslim,a no. 602).



Diantara contoh juga tergesa-gesa yang dilarang adalah 


Berwudhu cepat-cepat

Berpergian secara tiba-tiba dan tergesa-gesa

Bekerja dengan tergesa-gesa

Dan lain sebagainya


Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dan melindungi kita dari sifat tergesa-gesa ini. Demikian sebagai khotbah yang pertama.


أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ؛ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua:


الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا..


أَمَّا بَعْدُ:


أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى:


Jamaah yang dimuliakan Allah,


Kebalikan dari sifat tergesa-gesa atau grasa-grusu ini adalah bersikap tenang. Atau dalam hadits disebut dengan al-’anah.


Dikisahkan suatu hari, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan sekelompok orang islam dari wilayah qois.

Ketika sampai, semua orang dalam kelompok ini mendatangi Rasulullah shallahu alaihi wasallam secara tergesa-gesa kecuali satu orang yang bernama asaj. 

Ketika sampai, Asaj dengan tenang mengikat ontanya, meletakkan barangnya, dan barulah ia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memujinya dengan berkata:

يَا أَشَجُّ إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمَ وَالتُّؤَدَةَ

Wahai Asaj, sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai Allah; sikap santun dan tidak tergesa-gesa’. [HR. Ibnu Majah 4177].


Jamaah yang dimuliakan Allah, 


Ketergesaan yang dicintai Allah adalah bersegera dalam ketaatan. Banyak di dalam Alquran ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk bersegera menuju ampunan, bersegera mengerjakan ketaatan, dll. Seorang ulama yang bernama Hatim al-Ashom rahimahullah mengatakan,


كَانَ يُقَالُ العَجَلَةُ مِنَ الشَيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسٍ إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَيْفُ وَتَجْهِيْزُ المَيِّتِ إِذَا مَاتَ وَتَزْوِيْجُ البِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إَذَا وَجَبَ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَنْبِ إِذَا أَذْنَبَ


Ketergesa-gesaan biasa dikatakan dari setan kecuali dalam lima perkara: (1) Menyajikan makanan ketika ada tamu, (2) mengurus mayit ketika ia meninggal, (3) menikahkan seorang gadis jika sudah bertemu jodohnya, (4) melunasi utang ketika sudah jatuh tempo, dan (5) segera bertaubat jika berbuat dosa.” (Hilyatul Auliya’, 8: 78).


Kita memohon Allah Ta’ala agar Dia senantiasa membimbing kita menuju akhlak-akhlak yang terpuji dan menjauhkan kita dari akhlak -akhlak yang tercela.


﴿إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا 

اللَّهمَّ نَسألُكَ حُبَّكَ ، وحَبَّ مَن يُحِبُّكَ ، وحُبًّا يُبَلِّغُني حُبَّكَ


اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى وَأَعِنْهُ عَلَى البِرِّ وَالتَقْوَى وَسَدِدْهُ فِي أَقْوَالِهِ وَأَعْمَالِهِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ


عِبَادَ اللهِ : اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ، ) وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ( .