السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا (وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا) مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ) وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ:
فَإنَّ خيرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ في النَّارِ.
Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah
Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala, yang telah memberikan segala curahan nikmat dan kasih sayangnnya, nikmat yang tampak oleh di mata lahiriyah kita, maupun nikmat yang hanya dapat dilihat oleh mata hati kita.
Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mudah-mudahhan dengan mempwrbanyak shalawat, kita dapat berjumpa dengannya di akhirat kelak.
Khotib berwasiat kepada diri khotib dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga mata, hati, tangan dan kaki kita dari bermaksiat kepada Allah aubhanahu wata'ala.
Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini khotib akan berkutbah dengan judul: zina mata.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan:
"Ini merupakan perintah dari Allah subhanahu wata'ala ditujukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, agar mereka menahan pandangan matanya terhadap hal-hal yang diharamkan bagi mereka.
Oleh karena itu;
"janganlah kita melihat kecuali kepada apa yang dihalalkan bagi kita"
"janganlah kita melihat kecuali kepada apa yang diizinkan bagi kita"
"janganlah kita melihat kecuali kepada apa yang dibolehkan bagi kita"
Namun tidak jarang kita meremehkan hal ini. Kita sering melihat apa yang tidak halal bagi kita. Semisal melihat tubuh wanita yang bukan mahram bagi kita.
Padahal itu semua adalah dosa; yang disebut dalam agama sebagai zina mata.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” [HR. Ahmad]
Makadari itu, mari sama kita jaga mata kita dari melihat yang dilarang. Semisal melihat santriwati, melihat siswi SMA yang lewat dijalan, dan lain sebagainya.
Karena itu semua adalah dosa
Karena itu semua adalah maksiat
Jika kita terus menerus melakukan maksiat; hati kita akan rusak.
Jika hati kita rusak dan sakit, seluruh amal ibadah akan malas dikerjakan, zikir pun keluh diucapkan, suara bacaan al-qur’an pun kian hari kian tak terdegar.
Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah
Agar kita terhindar dari zina mata, hendaknya kita mengetahui kiat-kiat yang dapat kita lakukan agar kita dapat menjaga pandangan.
Yang pertama adalah Segera memalingkan pandangan ke tempat lain.
Jika kita tidak sengaja melihat aurat wanita, maka sesegera mungkin kita palingkan pandangan kita.
Dalam sebuah hadis yang masyhur. Suatu hari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menasehati Ali bin Abi Thalib:
يَا عَلِيُّ، لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النظرةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى، وَلَيْسَ لَكَ الْآخِرَةُ"
“Hai Ali, janganlah kamu mengikutkan suatu pandangan ke pandangan berikutnya, karena sesungguhnya pandangan yang pertama itu diperbolehkan, sedangkan pandangan yang berikutnya adalah tidak diperbolehkn”. (Abu Dawud)
Yang kedua, untuk menjaga pandangan adalah menjauhi pandangan tersebut
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra: 32]
Dan kiat yang terakhir agar kita tidak zina mata adalah menikah
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّج، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْج. وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya.” [HR Al-Bukhari]
Kita berdoa kepada Allah agar kita dijauhkan dari zina mata.
بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالآياتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ تَعَالَى جَوَادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيمٌ
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
قَالَ اللهُ تَعَالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah
Sesungguhnya fitnah yang terbesar dan terkuat bagi laki-laki adalh fitnah wanita.
karena terjatuh dalam fitnah wanita sangat berbahaya.
Karena para wanita adalah perangkap dan tali-tali setan.
Betapa banyak setan telah menjerumuskan laki-laki yang menjaga dirinya dari fitnah wanita tersebut, namun akhirnya terikat dan terjebak dalam kubangan syahwat, terus-menerus berbuat dosa, dan sulit untuk melepaskan diri darinya.
Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan tentang fitnah wanita:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita. HR. Muslim
Mudah-mudahhan khutbah yang singkat ini dapat menjadi renungan bagi kita agar kita menjadi insan yang lebih baik dan juga insan yang mampu menjaga pandangannya.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
اللَّهُمَّ احْفَظْ عَيْنَيْنَا، وَاحْفَظْنَا مِنْ فِتْنَةِ النِّسَاء
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
http://asamuslim.id/khotbah-jumat-menjaga-pandangan-menjauhi-perzinahan
https://almanhaj.or.id/12733-waspadalah-terhadap-fitnah-dunia-dan-fitnah-wanita-2.html
Penyusun: Ustaz Wahyu Hidayat, S.Pd