Langsung ke konten utama

Ukhuwah islamiyah

  

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا (وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا) مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ) وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  

أَمَّا بَعْدُ:

فَإنَّ خيرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ في النَّارِ.

Ma'ayiral muslimin sidang jum'at rahimani warahimakumullah

Kembali kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang telah mengaruniai kita banyak nikmat diantara nikmat tersebut adalah nikmat aman.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kepada istri-istri beliau, kepada para sahabat beliau, dan kepada selurih kaum muslimin yang mengikuti ajaran beliau dengan baik.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.


Ma'ayiral muslimin sidang jum'at rahimani warahimakumullah

Pada yang mulia ini, khatib akan menyampaikan khutbah dengan judul: Ukhuwah Isamiyah

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ، فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ؛ مَثَلُ الْجَسَدِ

“Perumpamaan kaum mukminin di dalam hal persaudaraan, dalam hal kasih sayang, dan dalam hal kekompakan; bagaikan satu tubuh”

إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ

“Apabila salah satu bagian tubuh merasa sakit, maka yang lain pun merasakan kesakitannya.”

Dalam hadis di atas, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tegas mengisyaratkan kepada kita bahwa sesama orang islam harus mempunyai rasa kepedulian yang tinggi satu sama lain. 

Jika ada orang islam merasakan sakit, maka kita harus merasakan kesakitan yang dirasakannya.

Hari ini, kita mendengar dan melihat bahwa saudara kita seiman sedang di palestina sedang merasakan kesakitan sebab karena dijajah oleh orang kafir yahudi.

Maka kita harus merasakan apa yang saudara kita rasakan. Kita harus peduli dengan keadaan mereka.

 

Ingatlah firman Allah Ta’ala:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ

“Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat[49]: 10)

Persaudaraan kaum mukminin tidak dibatasi oleh daerah ataupun negara. Akan tetapi ia adalah persaudaraan diatas iman dan Islam, diatas keimanan kita kepada Allah Jalla wa ‘Ala. 

Karena kita semua hamba Allah, semua kita adalah hamba-hamba Allah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Dan tidak ada keistimewaan bangsa manapun di hadapan Allah kecuali dengan ketakwaan, tidak pula dengan warna, tidak dengan keturunan, akan tetapi yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

 

Ma'ayiral muslimin sidang jum'at rahimani warahimakumullah

Di antara perkara yang diperintahkan oleh Allah untuk kita jaga persaudaraan adalah kita berusaha untuk tidak saling berbuat dzalim sesama kita. Kita tidak boleh membiarkan seorang muslim pun didzalimi oleh orang lain. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ

“Muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh ia mendzaliminya dan tidak boleh ia membiarkannya.” (HR. Muslim)

 

Ketika kita melihat seorang muslim yang berkebutuhan, tidak boleh muslim yang berkecukupan diam tidak membantunya. Maka kewajiban muslim yang berkecukupan untuk membantu muslim yang berkebutuhan tersebut.

Tidak boleh seorang muslim cuek tidak peduli dengan lingkungannya. Sehingga kemudian orang kaya tambah kaya, si miskin pun tambah miskin. Ini bukanlah perkara yang dianjurkan oleh Islam, bahkan dilarang oleh Islam.

Maka kewajiban seorang kaya berusaha untuk membantu teman-temannya dan saudara muslimnya yang mereka berkebutuhan untuk memberikan sebagian yang Allah berikan rezeki kepadanya.

 

Kemudian diantara hak muslim kepada muslim yang lainnya, bahwa seorang muslim tidak boleh meremehkan muslim yang lainnya. Disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

بِحَسْبِ امْرِيْ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ

“Cukuplah bagi seseorang keburukan apabila ia meremehkan seorang muslim.”

Jangan remehkan hanya karena kemiskinannya, Jangan remehkan karena ia tidak punya keturunan yang mulia, Jangan remehkan hanya karena ia bawahannya, Jangan remehkan hanya karena ia tidak punya status sosial, padahal ia orang yang beriman kepada Allah, dia muslim kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demi Allah, dalam Islam kemuliaan itu bukan ditentukan oleh harta, bukan ditentukan oleh kedudukan, akan tetapi ditentukan oleh ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

 

Mudah-mudahan Allah ta'ala mempererat ukhuwah kita, melembutkan hati kita untuk dapat merasakan kesusahan yang dirasakan oleh saudara kita.

Karena persaudaraan di atas Islam adalah persaudaraan yang sangat indah. Karena sesungguhnya persaudaraan tersebut diatas keimanan kepada Allah dan kehidupan akhirat.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ 

 

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا,

أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  

أَمَّا بَعْدُ:

Ma'ayiral muslimin sidang jum'at rahimani warahimakumullah

Sebuah kisah nyata,  yang masyhur; yang berkaitan dengan persaudaraan sesama orang islam yaitu apa yang diperbuat oleh sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Dikisahkan ketika kaum muslimin mekkah hijrah ke kota Madinah. Kaum muslimin yang berasal dari mekkah mereka tidak memiliki tempat tinggal, mereka tidak memiliki harta, mereka meninggalkan semua harta mereka demi hanya untuk mengikuti Nabi yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Di saat kondisi yang sulit tersebut. Seorang sahabat penduduk Madinah; yang  mempunyai rasa ukhuwah yang kuat; mereka berlomba untuk membantu kaum muhajirin dengan memberikan apa yang mereka punya.

Diantaranya adalah sebuah kisah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menyatakan bahwa ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al-Anshari. Ketika itu Sa’ad Al-Anshari memiliki dua orang istri dan memang ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk berbagi dalam istri dan harta. Artinya, istri Sa’ad yang disukai oleh ‘Abdurrahman akan diceraikan lalu diserahkan kepada ‘Abdurrahman setelah ‘iddahnya. ‘Abdurrahman ketika itu menjawab,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى أَهْلِكَ وَمَالِكَ ، دُلُّونِى عَلَى السُّوقِ

“Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di manakah pasar.”

 

Ma'ayiral muslimin sidang jum'at rahimani warahimakumullah

Begitulah hendaknya kita sebagai orang islam. Saling tolong menolong, saling bantu membantu. Karena sesungguhnya orang islam itu seperti satu jasad. Apabila satu sakit maka yang lain juga merasakan sakit.

 

Mudah-mudahan khutbah yang singkat ini dapat memberikan kita pencerahan. Sehingga kita sadar bahwa kita semua orang islam adalah bersaudara yang masing-masing mempunyai hak dan kewajiban.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ 

اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَ وَالْمُسلِمِين، اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين،

 اللَّهُمَّ أَ نْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ، اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُودَ وَإِسْرَآئِل

 بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ