Ma'asyirol muslimin jama'ah a'azzakumullah
Sesungguhnya amal ibadah yang kita lakukan siang dan malam tidak akan diterima Allah kecuali dengan dua syarat.
Yang pertama adalah ikhlas lillahi ta'ala
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat". HR. Bukhari
Yakni kalau niatnya ikhlas lillahi ta'ala, maka akan amalan tersebut akan diyerima Allah subhanahu wata'ala.
Namun sebaliknya; bilamana amalan tersebut tidak ikhlas lillahi ta'ala. Semisal shalat niat ingin dipuji, ingin dianggap rajin ibadah; semisal orang yang berpuasa ramadhan niatnya untul mendapat thr yang banyak. Maka amal semacam ini tidak akan diterima Allah subhanahu wata'ala.
Syarat yang kedua adalah sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” HR. Muslim
Maka jangan kita beribadah kecuali kita yakin bahwa ibadah tersebut ada contohnya dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Dalam kitab shahih Ibnu Hibban: dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahuanhu:
Bahwa suatu hari ada tiga orang datang ke rumah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Mereka bertiga bertanya kepada kepada istri Nabi tentang ibadah Nabi saat di rumah.
Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali.
Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam!
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.”
Orang pertama berkata, “saya akan shalat malam selama-lamanya.”
Orang kedylua berkata: "saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.”
Orang ketiga berkata: "saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.”
Kemudian sampailah berita ini kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Nabi-pun mendatangi mereka dan memarahi mereka.
Nabi berkata:
أَمَا وَاللهِ
Demi Allah!
إِنِّيْ لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ،
Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepada-Nya
لَكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ،
aku berpuasa tidak setiap hari
وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ،
aku shalat malam dan aku juga tidur
وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ،
aku juga menikahi wanita
فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku
Ma'asyirol muslimin jama'ah a'azzakumullah
Dari hadis di atas kita dapat pelajaran bahwa beribadah; apakah itu shalat, puasa, dan lainnya harus sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Lihatlah tiga orang tadi! Mereka mau puasa tiap hari, mereka mau shalat sepanjang malam, mereka juga mau menjomblo selamanya agar fokus beribadah.
Niat mereka baik, namun mereka menyelisihi sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi-pun marah kepada mereka.
Sebuah kisah yang masyhur dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahuanhu
Seorang sahabat senior yang selalu menemani Nabi semasa hidupnya.
Ketika itu Abdullah bin Mas'ud radhiyallahuanhu melihat sekelompok orang di masjid; mereka menggunakan batu kerikil untuk menghitung tasbih, dan tahlil.
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahuanhu marah seraya berkata:
مَا هَذَا الَّذِي أَرَاكُمْ تَصْنَعُونَ؟
"Apa yang kalian lakukan?"
Mereka menjawab:
Kami menggunakan batu kerikil untuk menghitung tasbih dan tahlil kami.
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahuanhu marah seraya berkata:
وَيْحَكُمْ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ
Celakalah kalian, wahai umat Muhammad!
مَا أَسْرَعَ هَلَكَتَكُمْ ،
Begitu cepat kebinasaan kalian!
هَؤُلاَءِ صَحَابَةُ نَبِيِّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- مُتَوَافِرُونَ وَهَذِهِ ثِيَابُهُ لَمْ تَبْلَ وَآنِيَتُهُ لَمْ تُكْسَرْ ،
Mereka sahabat nabi kalian masih ada. Pakaian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga belum rusak. Bejananya pun belum pecah.
وَالَّذِى نَفْسِى فِى يَدِهِ إِنَّكُمْ لَعَلَى مِلَّةٍ هِىَ أَهْدَى مِنْ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ ، أَوْ مُفْتَتِحِى بَابِ ضَلاَلَةٍ.
Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada dalam agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad? Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan (bid’ah)?”
Mereka menjawab, ”Demi Allah, wahai Abdullah bin Mas’ud
مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ
kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
Abdullah bin Mas’ud berkata:
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَه
“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.”
HR. Ad-Darimi
Mudah-mudahan kita tergolong sebagai orang-orang yang amalnya ikhlas dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Dan kita memohon kepada Allah agar amal ibadah kita diterima di sisi-Nya.
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُراْنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِياَّكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلأَياَتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ , أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا واسْتَغْفِرُاللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِكَافَةِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَتْبٍ , فاَسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Amma ba’du.
Ma'asyirol muslimin jama'ah a'azzakumullah
Berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ini memang amat berat, bagai mereka yang memegang bara api.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi
Hadis tersebut menggambarkan kepada kita bahwa ketika kita berpegang kepada sunnah Nabi akan ada kesulitan-kesulitan dan halangan-halangan yang kita dapati.
Terkadang orang yang rajin ke masjid di ejek dan dicemooh
Terkadang orang yang memelihara jenggot dibilang seperti kambing
Terkadang orang yang tidak mau ikut adat istiadat kesyirikan, akan dikucilkan dan dimusihi oleh teman-temannya
Maka kita memohon kepada Allah kesabaran di atas agama Allah; di atas sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Maka ingatlah janji Allah subhanahu wata'ala dalam al-Qur'an
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات
إنك سميع مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات
اللهم إنا نسألك علما نافعا، وعملا متقبلا
اللهم يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبنا عَلَى دِينِكَ
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ