Perbedaan dalam agama
Disampaikan di masjid al-Bukhari
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-Nya kepada kita sebagai hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada manusia terbaik sepanjang zaman dan penutup para nabi dan rasul, Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah membawa manusia dari alam jahiliyah kepada masa yang terang benderang yang penuh dengan iman dan ilmu pengetahuan.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak jama'ah sekalian untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta'ala.
Yakni berusaha terus memperbanyak amal ibadah dan meninggalkan dosa maksiat.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib akan membawakan khutbah yang berjudul manhaj dalam beragama.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Manhaj artinya adalah jalan atau metode beragama.
Seorang muslim harus faham dan mengerti manhaj dalam beragama.
Terutama muslim yang hidup di zaman yang jauh dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Karena pada zaman tersebut akan muncul banyak perbedaan dan perselisihan.
Dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا
"Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak"
Maka manhaj yang benar dalam beragama adalah mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Kata Nabi shallallahu alaihi wasallam:
Dan sesungguhnya umatku akan berpecah-belah menjadi 73 kelompok.
Mereka semua di dalam neraka kecuali satu kelompok.
Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي
“Siapa saja yang mengikutiku dan sahabatku.” (HR. Tirmidzi)