Hadirin sidang Jumat yang mulia
Marilah kita selalu bersyukur kepada Allah atas semua kenikmatan dari-Nya. Bersyukur dengan hati yang merasa ridha, lisan yang selalu bertahmid memuji-Nya serta anggota badan yang selalu berbuat yang diridhai-Nya.
Bersyukur dalam keseharian yakni menggunakan anggota badan kita ini untuk taat kepada-Nya, dengan bertakwa kepada-Nya secara sebenar-benar takwa kepada-Nya.
Sebagaimana firman-Nya:
Dalam kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah tentang sholat dan keutamaannya.
Salat adalah rukun Islam yang kedua setelah seseorang mengucap dua kalimat syahadat. Namun dalam hal ini, salat yang dimaksud lebih ke salat fardu atau salat lima waktu yakni Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
Hukum menjalankan salat lima waktu setiap hari bagi umat Islam yang telah mukallaf adalah wajib. Bagi mereka yang tidak menunaikan salat tersebut secara sengaja akan diganjar siksaan yang pedih. Allah Swt., berfirman dalam Surah Al-Ma'un ayat 4-5 yang berbunyi:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah.
Berbeda dengan ibadah lainnya, salat langsung diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. dari Allah Swt. tanpa melalui perantara Jibril As. Hal ini terjadi dalam peristiwa Isra dan Mikraj yang salah satunya termuat dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا
Artinya:
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya [Nabi Muhammad] pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil aqsa
Akan tetapi, tahukah hadirin....... bahwa salat akan menjadi salah satu ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat kelak. Tidak hanya itu, salat menjadi pembeda antara kaum muslim dan orang kafir. Rasulullah Saw. pernah bersabda dalam sebuah hadis yang artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Selain sebagai pondasi dan amalan hisab pertama, salat juga memiliki keutamaan sebagai pencegah seorang muslim dari perbuatan dosa. Sebab di dalam pelaksanaan salat, seorang muslim dapat menghayati dengan benar hakikat dari seorang hamba.
Maka dari itu, wajar apabila salat menjadi pengingat ketika seorang muslim diuji keimanannya dari perbuatan maksiat. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ
Artinya:
"Bacalah Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Terlepas dari berbagai keutamaan salat di atas, seorang muslim sudah sepatutnya wajar untuk menjalankan ibadah fardu tersebut. Allah Swt. tidak membutuhkan salat kita.
Sebanyak apapun kita salat, tidak akan menambah keagungan sifat Allah Swt. Namun, justru kita yang membutuhkan salat sebagai penolong dalam kehidupan hingga akhirat kelak.
Maka dari itu, salat harus senantiasa ditegakkan terutama lima waktu. Sekalipun tertinggal maupun ketiduran serta sebagainnya, salat harus tetap dibayar. Sebab salat adalah tanggungan kaum muslim yang tidak dapat digantikan melainkan dengan amalan tersebut.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Demikianlah khotbah seputar sholat dan keutamaannya. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan bagi khatib maupun jemaah sekalian. Terlebih lagi, Allah Swt. menjadi rida atas segala amalan yang kita perbuat. Aamiin allahumma aamiin.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Pada khutbah Jumat ke dua ini, pentingnya kiranya kami membahas hukum meremehkan shalat.
Sebagian kita, kadang memperhatikan ibadah lain, tetapi meremehkan shalat lima waktu.
Sebagian kita semangat puas ramadhan, namun shalatnya main-main.
Sebagian kita rajin sedekahnya, namun shalatnya malas-malassan.
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad.” (HR. At-Tirmiżī no. 2616, hasan).
Yang namanya tiang suatu bangunan jika ambruk, maka ambruk pula bangunan tersebut. Sama halnya pula dengan bangunan Islam.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Shalat merupakan penghubung antara makhluk dengan Sang Khalik. Shalat merupakan sebesar-besar tanda keimanan seseorang dan seagung-agung syiar keislaman seseorang. Shalat merupakan tanda syukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan merupakan tiang agama Islam.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
اَلصَّلاَةُ عِمَادُ الدّيْنِ فَمَنْ اَقَامَهَا فَقَدْ اَقَامَ الدّيْنِ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدّيْنِ
Marilah pula kita perbanyak doa agar kita dan anak keturunan kita Allah berikan hidayah untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa memelihara shalat.
رَبّ اِجْعَلْنِي مُقِيم الصَّلَاة وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Artinya : “Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat beserta anak keturunanku, ya Tuhan kami kabulkanlah doa kami”. (QS Ibrahim [14] : 40).
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Sumber
https://rumaysho.com/34190-khutbah-jumat-nasihat-bagi-yang-masih-meremehkan-shalat.html
https://tirto.id/contoh-khutbah-jumat-singkat-tentang-sholat-dan-keutamaannya-gRHX
https://minanews.net/khutbah-jumat-menjaga-shalat-sebagai-tiang-agama