Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْقَلَمَ لِلْكِتَابَة،
Segala puji bagi Allah yang mejadikan pena untuk menulis
وَالْكِتَابَة لِلْقِرَاءَة
Dan menjadikan tulusan untuk bacaan
وَالْقِرَاءَة لِلْمَعْرِفَة،
Dan menjadikan bacaan untuk pengetahuan
وَالْمَعْرِفَة لِلْعِبَادَة
Dan menjadikan pengetahuan untuk ibadah
وَالْعِبَادَةَ لِلّٰه
Dan menjadikan ibadah untuk Allah ta'ala
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِي مُحَمَّدٍ ذَا الشَّفَاعَة،
Shalawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad sang pemberi syafa'at
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي السِّيَادَة
Juga kepada keluarganya serta sahabatnya yang terhormat
Segala puji bagi Allah swt, yang telah memberikan kita semua hidayah dan inayah untuk terus istiqamah dalam melaksanakan ibadah di dunia ini.
Shalawat dan salam semoga terus mengalir kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kepada keluarganya, dan juga sahabatnya.
Yang sama kita hormati, Kepala sekolah kita; al-ustaz Wahyu Hidayat, S.Pd hafizahullah ta’ala
Serta teman-teman yang ana banggakan.
Ayyatuhal hadirot rahimani wa rahimakunnallah
Berdirinya ana di sini, ingin menyampaikan sebuah muhadoroh yang berjudul "Adab Masjid".
Masjid adalah rumah Allah Ta’ala. Siapa mengaku cinta kepada Allah, tentu dia pasti mencintai rumah-Nya. Dan pasti dia akan banyak datang ke masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَوَضَّأَ وَجَاءَ إِلَى مَسْجِدِ، فَهُوَ زَائِرُ اللّٰهِ. حَقٌّ عَلَى الْمَزُوْرِ أَنْ يُكْرِمَ زَائِرَهُ.
“Siapa yang berwudhu dan berangkat menuju masjid, maka dia adalah tamu kepada Allah. Sepantasnya orang yang dikunjungi memuliakan mereka yang datang berkunjung.” [HR. ath-Thabrani].
Dan tentu saja tidak diragukan lagi, seseorang akan mendapatkan pemuliaan yang paling besar dan pemberian yang paling utama dari penguasa alam semesta. Ia akan mendapatkan ketenangan di hari kiamat. Hari dimana semua orang kebingungan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: -di antara mereka adalah- …seorang yang hatinya bergantung ke masjid…” [Muttafaqun ‘alaih].
hendaknya seseorang mengagungkan masjid. Mensucikannya dari kesyirikan, amalan-amalan yang tidak dituntunkan, najid, sesuatu yang kotor, dan semua yang termasuk bentuk mengagungkan masjid. Allah Ta’ala berfirman,
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [Quran Al-Hajj: 32]
Ayyatuhal hadirot rahimani wa rahimakunnallah
Adab lainnya adalah mengerjakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Atau yang dikenal dengan nama shalat tahiyatul masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Bila salah seorang dari kalian masuk masjid janganlah duduk hingga shalat dua rakaat.” [HR. Ahmad].
Demikian muhadoroh yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Kita berdoa agar kita tergolong ke dalam orang-orang yang mengagungkan masjid, dan akhirnya kita dapat kemuliaan karena mengagungkannya kelak di yaumul akhir. Amin ya robbal alamin
Akhir kata, billahi taufik walhidayah, waridho wal inayah.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.