Muhadoroh B. Indonesia
Assalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْقَلَمَ لِلْكِتَابَة،
Segala puji bagi
Allah yang mejadikan pena untuk menulis
وَالْكِتَابَة لِلْقِرَاءَة
Dan menjadikan
tulusan untuk bacaan
وَالْقِرَاءَة لِلْمَعْرِفَة،
Dan menjadikan
bacaan untuk pengetahuan
وَالْمَعْرِفَة لِلْعِبَادَة
Dan menjadikan
pengetahuan untuk ibadah
وَالْعِبَادَةَ لِلّٰه
Dan menjadikan
ibadah untuk Allah ta'ala
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِي مُحَمَّدٍ ذَا
الشَّفَاعَة،
Shalawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad sang pemberi
syafa'at
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي السِّيَادَة
Juga kepada keluarganya serta sahabatnya yang terhormat
Pertama, marilah kita bersyukur kehadirat Allah swt, yang telah
memberikan kepada kita berbagai macam kenikmatan. Bersyukur dalam arti yang
sebenarnya, adalah memanfaatkan atau menggunakan semua nikmat yang Allah
berikan, untuk mendekatkan diri atau beribadah kepada-Nya.
Shalawat dan salam semoga terus mengalir kepada junjungan kita,
Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kepada keluarganya, dan juga
sahabatnya.
Yang sama kita hormati, Kepala sekolah kita; al-ustaz Wahyu
Hidayat, S.Pd hafizahullah ta’ala
Serta
teman-teman yang ana banggakan.
Ayyatuhal
hadirot rahimani wa rahimakunnallah
Berdirinya
ana di sini, ingin menyampaikan sebuah muhadoroh yang bertema " Mari Jaga
Persatuan Dengan Shalat Berjamaah di Masjid".
|
1 |
Pada
suatu saat Rasulullah didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu
Abdullah Bin Ummi Maktum. Ia berkata kepada Rosulullah bahwa dirinya buta dan
tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi untuk
memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
Selanjutnya Rasulullah bertanya kepadanya:
هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ قَالَ نَعَمْ. قَالَ :
فَأَجِبْ
Artinya:
"Apakah engkau mendengar seruan shalat?" tanya Rasul
“Ya
Rasul,” jawab Umi Maktum
“Kalau
begitu engkau tetap harus hadir di masjid”, jawab Rasul lagi
Begitulah
seruan Rasulullah kepada umatnya agar senantiasa menunaikan shalat berjamaah di
masjid, sekalipun kepada sahabatnya yang tidak bisa melihat alias buta.
Bagaimana dengan kita umatnya, yang diberikan kenikmatan yang sempurna.
Shalat
berjamaah juga mengajarkan persamaan, tidak dibedakan antara yang kaya dan yang
miskin, seorang pejabat atau rakyat jelata, atasan atau bawahan, semua berdiri,
ruku’, sujud, dan duduk dalam satu barisan untuk taat dan tunduk kepada Allah.
Inilah
muhadoroh singkat yang telah disampaikan, semoga kita semua, menjadi hamba yang
senantiasa selalu mendatangi masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Dan
semoga Allah subhanahu wata’ala selalu memberikan kekuatan kepada umat Islam
untuk selalu bersatu dalam keadaan berjamaah.
Akhir kata,
billahi taufik walhidayah, waridho wal inayah.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.