Langsung ke konten utama

Muhadoroh B. Indo 24 Feb 2024

 

Muhadoroh B. Indonesia

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْقَلَمَ لِلْكِتَابَة،

Segala puji bagi Allah  yang mejadikan pena untuk menulis

وَالْكِتَابَة لِلْقِرَاءَة

Dan menjadikan tulusan untuk bacaan

وَالْقِرَاءَة لِلْمَعْرِفَة،

Dan menjadikan bacaan untuk pengetahuan

وَالْمَعْرِفَة لِلْعِبَادَة

Dan menjadikan pengetahuan untuk ibadah

وَالْعِبَادَةَ لِلّٰه

Dan menjadikan ibadah untuk Allah ta'ala

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِي مُحَمَّدٍ ذَا الشَّفَاعَة،

Shalawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad sang pemberi syafa'at

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي السِّيَادَة

Juga kepada keluarganya serta sahabatnya yang terhormat

Pertama, marilah kita bersyukur kehadirat Allah swt, yang telah memberikan kepada kita berbagai macam kenikmatan. Bersyukur dalam arti yang sebenarnya, adalah memanfaatkan atau menggunakan semua nikmat yang Allah berikan, untuk mendekatkan diri atau beribadah kepada-Nya.

 

Shalawat dan salam semoga terus mengalir kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kepada keluarganya, dan juga sahabatnya. 

Yang sama kita hormati, Kepala sekolah kita; al-ustaz Wahyu Hidayat, S.Pd hafizahullah ta’ala

Serta teman-teman yang ana banggakan.

 

Ayyatuhal hadirot rahimani wa rahimakunnallah

Berdirinya ana di sini, ingin menyampaikan sebuah muhadoroh yang bertema " Mari Jaga Persatuan Dengan Shalat Berjamaah di Masjid".

1

Sebagai muslim yang berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah, kita seharusnya menjadi pelopor dan penengah sunnah-sunnah Rasul, serta melestarikan amalan-amalan para ulama salaf. Di antara sunnah-sunnah Rasul tersebut, adalah shalat berjamaah.

Pada suatu saat Rasulullah didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu Abdullah Bin Ummi Maktum. Ia berkata kepada Rosulullah bahwa dirinya buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi untuk memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Selanjutnya Rasulullah bertanya kepadanya:

هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ قَالَ نَعَمْ. قَالَ : فَأَجِبْ

Artinya: "Apakah engkau mendengar seruan shalat?" tanya Rasul

“Ya Rasul,” jawab Umi Maktum

“Kalau begitu engkau tetap harus hadir di masjid”, jawab Rasul lagi

Begitulah seruan Rasulullah kepada umatnya agar senantiasa menunaikan shalat berjamaah di masjid, sekalipun kepada sahabatnya yang tidak bisa melihat alias buta. Bagaimana dengan kita umatnya, yang diberikan kenikmatan yang sempurna.

Shalat berjamaah juga mengajarkan persamaan, tidak dibedakan antara yang kaya dan yang miskin, seorang pejabat atau rakyat jelata, atasan atau bawahan, semua berdiri, ruku’, sujud, dan duduk dalam satu barisan untuk taat dan tunduk kepada Allah.

Inilah muhadoroh singkat yang telah disampaikan, semoga kita semua, menjadi hamba yang senantiasa selalu mendatangi masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Dan semoga Allah subhanahu wata’ala selalu memberikan kekuatan kepada umat Islam untuk selalu bersatu dalam keadaan berjamaah.

Akhir kata, billahi taufik walhidayah, waridho wal inayah.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.