Langsung ke konten utama

Khutbah - Mengikuti Sunnah

Disampaikan di masjid Bukhori
Jum'at 9 Februari 2014

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang mana pada saat ini kita masih dalam lindungan Allah.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Mudah-mudahhan dengan memperbanyak shalawat kita tergolong dalam umatnya yang mendapat syafa'at yaumul akhir kelak.


Mengawali khutbah ini, khotib berwasiat kepada diri sendiri dan jama'ah sekalian agar kita menjaga dan menibgkatkan taqwa kita kepada Allah subhanahu wata'ala. Sebab taqwalah satu-satunya bekal yang akan kita bawa menghadap robbul alamin.


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Pada keaempatan yang mulia ini, khotib akan membawakan khutbah dengan judul mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam.


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan petunjuk dan agama yang benar. Dan Allah akan mengunggulkan agama ini dibanding selainnya. Kemudian Allah turunkan wahyu-Nya dan kitab-Nya agar Rasulullah menyampaikan kepada semua manusia tentang apa yang diturunkan kepada beliau dari Rabnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [Quran An-Nahl: 44]

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar manusia menaati Rasul-Nya tersebut. Sebagaimana firman-Nya,

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [Quran Ali Imran: 132]

Kita semua diperintahkan agar menjadikan Alquran dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rujukan. Demikian juga saat terjadi perselisihan.

Siapa yang mengikuti sunnah dan mengamalkannya, maka dia telah mengamalkan Alquran. Sama halnya, siapa yang menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menaati Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” [Quran 4:80]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ

“Barang siapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Allah.” HR. Bukhori


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Allah Ta’ala melarang kita mendahului-Nya. Apalagi sampai menentang perintah-Nya. Sebagaimana firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah.” [Quran Al-Hujurat: 1]

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita agar tidak menyelisihi sunnah nabawiyah. Baik yang datang dari sunnah tersebut berupa perintah atau larangan. Sebagaimana firman-Nya,

فَليَحذَرِ الَّذينَ يُخالِفونَ عَن أَمرِهِ أَن تُصيبَهُم فِتنَةٌ أَو يُصيبَهُم عَذابٌ أَليمٌ

“Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” [Quran An-Nur: 63].

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, “Tahukah kamu ap aitu fitnah? Fitnah adalah kesyirikan. Ketika seseorang menolak firman Allah, muncullah di hatinya penyimpangan. Lalu gara-gara itu dia binasa.”


Alquran dan sunnah adalah dua pondasi agama yang saling berkesatuan. Wajib bagi setiap muslim untuk berpegang teguh dengan apa yang diperintahkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan juga menjauhi segala yang beliau larang. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Quran Al-Hasyr: 7].

Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengikuti Alquran dan sunnah yang shahih tanpa harus membeda-bedakan antara keduanya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Setiap kaum muslimin di negeri ini pasti mengetahui bahwa di bulan ini ada suatu moment yang teramat penting yaitu Isra Miraj sehingga banyak di antara kaum muslimin turut serta memeriahkannya.

Namun apakah benar dalam ajaran Islam, perayaan Isra Miraj semacam ini memiliki dasar atau tuntunan?


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

Merayakan isra miraj tidak ada tuntunannya dalam islam. 

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tidak pernah merayakannya, begitu juga sahabat Nabi; Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, dan lainnya.

Oleh karena itu, barang siapa yang merayakan isra' mi'raj, berarti dia telah lancang menambah amalan ibadah baru pada agama islam.


Ma'asyirol muslimin rahimakumullah

sesungguhnya kaidah syariat yang kita sepakati bersama, bahwa agama ini dibangun di atas ittiba‘ (mencontoh Nabi shallallahu’alaihi wasallam). 

Dan bahwa ibadah itu dibangun di atas dalil (tawqif). Oleh karenanya, tidak selayaknya bagi seorang muslim, untuk melakukan suatu ibadah, kecuali bila ia memiliki  petunjuk dan bimbingan dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Maka mari menyibukkan diri dengan ibadah-ibadah yang ada tuntutannya. 

Jangan malah kita menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya karena hal itu adalah muhdas dan muhdas adalah seburuk-buruk perkara.

Kita berdoa kepada Allah agar diberikan keteguhan hati dan istiqomah diri dalam sunnah Nabi Muhammad shallallagu alaihi wasallam.


اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْب، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى سُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ

وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ المُتَحَدِّثِيْن، وَلَا مُبْدِعِيْن

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ 


Referensi:

https://khotbahjumat.com/5959-kewajiban-mengikuti-sunnah-dan-mengagungkannya.html

https://almanhaj.or.id/1348-akad-nikah-khutbah-nikah-mahar.html

https://rumaysho.com/354-perayaan-isra-miraj-27-rajab-dalam-tinjauan.html

https://muslim.or.id/25540-perayaan-isra-miraj-siapa-bilang-tidak-boleh.html Copyright © 2024 muslim.or.id