Langsung ke konten utama

Hujan adalah nikmat dari Allah


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا

وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ) وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  

أَمَّا بَعْدُ:

فَإنَّ خيرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ في النَّارِ.

Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah

Alhamdulillah; segala puji untuk Allah subhanahu wata’ala. Yang mana dalam kesempatan yang mulia ini, kita masih bisa duduk bersimpuh padu, dalam rangka menunaikan kewajiban kita bersama; yaitu shalat jum’at berhjama’ah.

Untuk itu marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dengan ikhlas, khusyu, lagi penuh tawakkal juga menjauhi larangan-Nya. Sholawat dan salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى محمدًا وَعلى أل محمدٍ وعلى أصحابه أجمعين

Pada siang hari yang mulia ini, khatib akan membawakan khutbah dengan judul " Mensyukuri Nikmat Hujan ".

Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah

Akhir- akhir ini Allah subhanahu wata’ala mengaungerahkan kita berupa nikmat hujan dengan curahan yang deras. Maka seyogyanya seorang muslim yang baik; menerimanya dengan rasa syukur lagi senang dan gembira.

Sebab Hujan adalah karunia dan nikmat dari Allah Ta’ala Yang Maha Penyayang kepada para hamba-Nya. Dialah yang menurunkan hujan ini dari langit berupa gumpalan awan-awan tebal di atas tanah yang tandus, kering kerontang, sehingga dari tanah ini tumbuh tanaman dan tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk lagi memanjakan mata bagi siapa saja yang memandangnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kamu melihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang Menghidupkannya, Pastilah dapat Menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat : 39).

Selain itu kita juga harus bersyukur karena hujan adalah berkah. Dalam al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi,

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا

“Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) (QS. Qaf: 9)

Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah

Sebagai bentuk rasa syukur, maka kita semua harus mengungkapkannya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita sikapi ketika turun hujan.

Yang pertama, Bersyukur.

Kita harus bersyukur dengan trunnya hujan karena air hujan, AllahSWT  jadikan kandungan-kadungan tertentu yang dapat menumbuhkan tanaman, menghilangkan kekeringan, dan rasa dahaga. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.

أَفَرَأَيْتُمْ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ* أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ * لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجاً فَلَوْلا تَشْكُرُون

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS:Al-Waaqi’ah | Ayat: 68).

Kalau Allah berkehendak, Dia mampu menjadikan air hujan ini asin, tidak bisa diminum dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Namun Allah jadikan rasa dan sifat air hujan sebagaimana yang kita rasakan. Sehingga tumbuhan tumbuh dan bermanfaat.

Yang kedua, Berdoa ketika turun hujan.

Ketika turun hujan kita dianjurkan untuk berdo’a agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,dijelaskan

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Yang ketiga, Mengambil berkah hujan.

Ketika hujan turun kita dianjurkan untuk mengambil berkah hujan dengan membasahi tubuh kita dengan air hujan karena hujan adalah rahmat (Sebagian ulama ini dilakukan saat kali pertama hujan turun).

 

Dalam sebuah hadits disebutkan

عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’

Beliau menjawab,

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.” (HR. Muslim no. 898).

 

. بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ , وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah II

الْحَمْدُللهِ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً، لِّيُطَهِّرَكُمْ بِه، وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ، وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ، وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، ذُوْ الجَلالِ والاِكْرامِ، 

وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،ٍ.

اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِد الانامِ، وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ الكِرامِ،

يَايُّهَا المُؤْمِنُون، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ،

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Amma ba’du:

Hadirin jama'ah shalat jum'at hafizakumullah

Ketahuilah kaum muslimin, mencela hujan adalah sebuah dosa besar, karena mencela hujan adalah mencela pencipta hujan itu sendiri. Dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ ، يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ ، بِيَدِى الأَمْرُ ، أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menerangkan kepada kita bahwa seorang anak Adam telah berbuat zalim kepada Allah jika anak Adam mencela siang dan malam, mecela waktu, termasuk juga di dalamnya mencela cuaca karena dengan takdir Allah-lah terjadinya siang dan malam juga terjadinya panas dan hujan.

Maka dari itu, hendaknya setiap yang dari kita menjaga apa yangdi ucapkan, baik ucapan yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat.

Allah Ta’ala berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)

Demikianlah khutbah ini. Mudah-mudahan khutbah ini dapat kita hikmati bersama dan semoga kita tercatat sebagai hamba yang ahli bersyukur dan senantiasa tawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala. Amin ya rabbal alamin

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ صَيِّباً نَافِعاً، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

اللَّهُمَّ احْفَظْ أَلْسِنَتِنَا، وَاحْفَظْنَا مِنْ سَبِّ المَطَرَ المُبَارَك

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ