إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral Muslimin rahimani warahikumullah
Mengwali khutbah ini, khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan terus kualitas taqwa kita, iman kita, dan tawakkal kita.
Karena iman dan tawakkal akan mendatangkan hal baik kepada kita. Diantaranya yaitu perlindungan atas gangguan setan.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّهُۥ لَیۡسَ لَهُۥ سُلۡطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya setan tidak bisa mengganggu orang-orang yang beriman dan orang-orang yangbkepada rabb-nya bertawakkal. QS. An-Nahl: 99
Ma’asyiral Muslimin rahimani warahikumullah
Dalam menuntut ilmu agama, sungguh sangat dibutuhkan kesabaran yang eksra; kesabaran yang besar dibandingkan kesabaran kita dalam ibadah lainnya.
Mengapa???
Karena setan; musuh kita berusaha ekstra untuk membuat kita gagal dalam menuntut ilmu, setan berusaha keras untuk membuat kita malas dalam menuntut ilmu.
Mengapa demikian???
Karena setan tahu betul, bahwa orang yang berlilmu lebih bernilai di sisi Allah subhanahu wata'ala.
Karena orang yang berlilmu lebih utama di sisi Allah subhanahu wata'ala dari pada orang yang tidak berilmu.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب
Keutamaan orang berilmu atas orang ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang
Jadi, kalaulah ada orang yang rajin ibadah; rajin puasa sunnah, rajin shalat tahajud, rajin sedekah, rajin zikir, rajin istighfar, Namun dia tidak berilmu, Maka lebih utama lagi orang yang berilmu. Walaupun ibadahnya jauh lebih sedikit dari pada ibadah ahli ibadah.
Orang yang berilmu adalah orang yang paling susah ditipu oleh setan. Karena orang yang berilmu dia tahu hukum-hukum Allah, dia tahu mana halal mana haram, dia tahu mana yang sunnah mana yang bukan sunnah dan orang yang berilmu adalah orang yang paling takut kepada Allah subhanahu wata'ala.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّمَا یَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰۤؤُا۟ۗ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanya hamba-hambanya yang berilmu. QS. Surat Fathir: 28
Ma’asyiral Muslimin rahimani warahikumullah
Iblis dan seluruh bala tentaranya tidak akan pernah berhenti menghalangi kita dari ilmu agama.
Mereka tidak akan pernah lelah untuk membuat malas belajar ilmu agama.
Karena Iblis telah mengambil komitmen dari Allah untuk menyesatkan bangsa manusia.
Iblis dan seluruh bala tentaranya telah mengikrarkan perang dengan bangsa manusia.
Masih ingatkah kita, dengan kisah penolakan Iblis untuk sujud kepada Nabi Adam???
Kisah tersebut berawal ketika Allah memerintahkan kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada Nabi Adam alaihissalam, namun Iblis merasa dirinya lebih tinggi dan sombong, ia enggan untuk sujud kepada Nabi Adam alaihissalaam. Ia berkata :
أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ
Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. QS. Shad : 76
Karena kesombongannya tersebut, Allah pun mengusirnya dari surga.
فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّـٰغِرِینَ
Keluar!!! Karena sesungguhnya engkau adalah makhluk yang hina. QS. Al-A'raf: 13
Maka keluarlah Iblis dari surga Allah subhanahu wata'ala. Namun Iblis tidak keluar begitu saja. Iblis berkata:
أَنظِرني إِلىٰ يَومِ يُبعَثونَ
Tangguhkanlah aku hingga waktu mereka dibangkitkan (yakni hari kiamat). Q.S Al-‘Araf: 14-16
Untuk apa???
Untuk membalas dendam kepada seluruh keturunan Nabi Adam alaihissalam.
Untuk menyeret manusia ke neraka bersamanya dan bersama bala tentaranya.
Iblis berkata:
لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ،
Sungguh aku akan benar-benar (menghalangi) manusia dari jalanmu yang lurus. QS. al-A’raf: 17
Maka ingatlah Firman Allah dalam surat Al-Baqarah:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Ma’asyiral Muslimin rahimani warahikumullah
Untuk itu, hendaknya kita terus bersabar dalam menempuh jalan thalabul ilmi. Kita sabar dalam belajar al-Qur'an, belajar Tauhid, Fikih, bahasa Arab, dan lain sebagainya.
Karena hanya dengan ilmu saja lah kita dapat dengan mudah kembali ke rumah kita yang sesungguhnya; rumah kita dan rumah Bapak kita Adam alaihissalam yaitu surga Allah subhanahu wata'ala.
Dalam sebuah hadis masyhur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Ingatlah bahwasannya ilmu agama adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Karena ilmu agama adalah warisan para Nabi-Nabi Allah.
Dalam sebuah hadis masyhur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297).
Dari itulah Allah Tidak pernah Memerintahkan Nabi-Nya intuk Meminta Tambahan Apa Pun Selain Ilmu. Allah tidak pernah Memerintahkan Nabi-Nya untuk Meminta Tambahan istri, tambahan anak, tambahan uang, ladang, rumah. Namun Allah hanya memerintahkan agar Nabi-Nya meminta tambahan ilmu.
Allah berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu“. (QS. Thaaha [20] : 114).
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِطاعة الله واتباع رسول الله.
قال الله تعالى: وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أما بعد:
Hadirin jama'ah shalat jum'at rahamani warahimakumullah
Kita mengetahui bahwa setan tidak akan pernah putus asa dalam menggoda kita,
setan tidak akan pernah putus asa berusaha membuat kita malas beljar ilmu agama
Untuk itu hendaknya kita mengetahui cara-cara terhindar dari kejahatan setan. Diantaranya yaitu membaca ayat qursi.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya ketika beliau ditugasi untuk menjaga baitul mal. Beliau menangkap setan yang hendak mencuri makanan dari baitul mal tersebut.
Saat hendak diserahkan ke Nabi Muhammad, setan tersebut memelas kepada Abu Hurairoh dengan bayaranengajarkan sebuah amalan agar terhindar dari gangguan setan.
Apa amalan tersebut???
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ}، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari 2311)
https://konsultasisyariah.com/30426-agar-mudah-shalat-subuh-berjamaah.html
https://muslimah.or.id/10472-keutamaan-menuntut-ilmu-agama.html
https://rumaysho.com/12969-jangan-ikuti-jalan-setan.html
https://rumaysho.com/25497-40-kiat-agar-tidak-diganggu-setan-lakukanlah-amalan-amalan-ini.html