Langsung ke konten utama

Wanita haid menyentuh al-qur'an (part 1)


وروى أبو بكر ابن حزم عن أبيه عن جده: أن النبي -صلى الله عليه وسلم كتب إلى أهل اليمن كتابا، وكان فيه: لا يمس القرآن إلا طاهر. أخرجه النسائي والدارقطني، والبيهقي.
Abu Bakr Ibn Hazm meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya: Bahwa Nabi ﷺ mengirim (menulis) surat kepada penduduk Yaman, yang di dalamnya (tertulis): tidak boleh menyentuh al-qur'an kecuali thahir (orang suci). Dikeluarkan oleh an-Nasai ad-Daruquthni, dan al-Baihaqi. 

Ulama yang melarang wanita haid menyentuh mushaf mengatakan: makna thahir pada hadis di atas adalah orang yang dalam kondisi berwudhu.
Maka hadis لا يمس القرآن إلا طاهر bermakna "tidak boleh menyentuh al-qur'an kecuali orang yang dalam kondisi berwudhu".
Sehingga disimpulkan bahwa tidak dibolehkan orang yang belum berwudhu alias berhadas untuk menyentuh mushaf al-qur'an.

Sementara Ulama yang membolehkan wanita haid menyentuh mushaf mengatakan: makna thahir pada hadis di atas adalah muslim yakni bukan kafir. 
Maka hadis لا يمس القرآن إلا طاهر bermakna "tidak boleh menyentuh al-qur'an kecuali orang islam".
Pemaknaan ini berdasarkan hadis-hadis berikut:
Pertama, perkataan Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah  radiyallahuanhu:
 إِنَّ الْمُؤْمِنَ لا يَنْجُسُ
Sesungguhnya mukmin itu tidak najis. HR. Bukhari 
Kedua, hadis Nabi ﷺ
أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ نَهَى أنْ يُسَافَرَ بالقُرْآنِ إلى أرْضِ العَدُوِّ
Bahwasannya Rasulullah sss melarang untuk bersafar membawa al-qur'an ke negri musuh (kafir). HR. Bukhari
Ketiga, firman Allah  berfirman:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسࣱ 
Wahai orang-orang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis. [Surat At-Taubah 28]

 
Referensi:

Komentar