Menyambut bulan zul hijjah
(Disamapaikan di ma'had al-Bukhari)
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah pada siang ini, mari kita bersyukur kepada Allah subhanahuwata’ala atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita, maka pandai-pandailah kita melihat orang yang di bawah kita agar kita pandai bersyukur.
Kata Nabi shallallahu alaihi wasalam:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu (HR Bukhari dan Muslim).
Marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam terutama ketika nama beliau disebut dihadapan kita, maka jangan kita menjadi orang yang yang pelit.
Kata Nabi shallallahu alaihi wasalam:
الْبخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ، فَلَم يُصَلِّ علَيَّ
Orang yang pelit adalah orang yang ketika namaku disebutkan dihadapannya, namun ia tidak bersahalawat kepadaku. HR. Tirmizi
اللهمَّ صلّ على محمدٍ وعلى آله وأصحابه أجمعين
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Adapun judul khutbah pada siang hari ini adalah menyambut bulan zul hijjah.
Ketahuilah kaum muslimin, bahwa bulan zul hijjah memiliki banyak keutamaan di dalamnya. Maka hendaknyalah kita mempelajari keutamaan-keutamaannya, agar tidak terluput dari kita fadilahnya. Kita pelajari amalan-amalan yang ada padanya agar kita mendapatkan limpahan pahala yang ada padanya.
Maka pantaslah imam Bukhari mengatakan dalam shahihnya:
بَابُ: العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالْعَمَلِ
Bab ilmu Sebelum Berkata dan Beramal
Maka mari sama kita persiapkan ilmu kita, iman kita, ruh ibadah kita, untuk menyambut bulan zul hijjah.
Maka kiranya,sangatlah merugi ketika kita terluput dari amalan-amalan yang memiliki lipatan yang sangat banyak.
Janganlah kita bermalas-malas dalam beramal di dunia ini, sebab semua yang hidup pasti akan mati, makanya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mengingatkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:
كُن في الدنيَا كأنك غريب أو عابر السبيل
Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seperti seorang yang dalam perjalanan
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga mengingatkan kita agar banyak-banyak mengingat mati:
ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian (HR. Tirmidzi).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Begitu mulianya bulan ini; terkhusus sepuluh hari pertamanya, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dalam al-Qur’an dengan hari-hari itu dalam firman-Nya:
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) (سورة الفجر)
Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam (pertama bulan Dzulhijjah)
Diantara tafsir وَلَيَالٍ عَشْرٍ adalah sepuluh hari pertama di bulan zul hijjah.
Hal ini senada dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله. قال ولا الجهاد في سبيل الله؟ إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun. HR. Bukhari
Maka mari perbanyak amalan apa saja di sepuluh hari tersebut,
kita gemar membaca al-Qur’an – maka tingkatkan kuantitas qiroah kita pada hari-hari tersebut
kita gemar tersenyum – maka tingkatkan kuantitas senyum kita pada hari-hari tersebut
kita gemar bershalawat – maka tingkatkan kuantitas shalawat kita pada hari-hari tersebut
tingkatkan amal ibadah kita pada hari-hari tersebut
diantara hari sepuluh tersebut ada hari yang paling utama yaitu hari kesembilan atau yang lebih dikenal dengan hari arafah. Pada hari tersebut kita sangat disunnahkan untuk berpuasa,
sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam:
عن أبي قتادة الأنصاري رضي الله تعالى عنه: أنَّ رسول الله ﷺ سُئل عن صوم يوم عرفة، فقال: يُكفِّر السنة الماضية والباقية
Berpuasa pada hari Arafah itu, melebur dosa-dosa pada satu tahun yang lalu dan dan satu tahun yang akan datang
Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan hari arafah dalam sabdanya:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه مسلم
Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah (HR Muslim)
Hari arafah juga adalah hari mustajabnya doa sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ (رواه الإمام مالك
Doa yang paling utama adalah doa pada hari arafah dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah kalimat tauhid, yaitu لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ” (HR Imam Malik)
Dari itulah hadirin mari kita persiapkan hari yang amat agung tersebut dengan mengulang kembali kajian-kajian tentang fadilah bulan zul hijjah karena begitu banyak pengampunan dosa yang Allah anugerahkan kepada para hamba-Nya pada hari itu
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
Ketahuilah jama’ah sekalian, bahwa bulan zul hijjah bukan bulan biasa.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّ أعظمَ الأيَّامِ عندَ اللَّهِ تبارَكَ وتعالَى يومُ النَّحرِ ثمَّ يومُ القُرِّ”
Hari-hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari nahar (saat Idul Adha, pent) dan yaumul Qurri (hari pertama tasyriq, yaitu 11 Dzul Hijjah,pent). HR. Abu Dawud
Rasulullah ﷺ telah mengajari kaum Muslimin untuk cermat dan pandai memanfaatkan momen-momen penting untuk beramal secara maksimal dan jangan menyia-nyiakannya agar tidak menyesal di kemudian hari nanti.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ dan فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ
Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
Disaat kita sehat, mari kita pelajari keutamaan bulan zul hijjah, karena boleh jadi sakit akan menimpa kita, sehingga kita tidak sempat mempelajari fadilah-fadilah bulan zul hijjah, dan jadilah kita orang yang terluput dari amalan-amalan bulan zul hijjah tersebut
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
Disaat kita mempunyai waktu luang, hendaknyalah kita membuka catatan-catatan kita tentang fadilah bulan zul hijjah, karena boleh jadi hari esok mungkin kita akan disibukkan oleh hal-hal lain,
(HR. Al Hakim)
Sumber:
https://rumaysho.com/18246-tsalatsatul-ushul-ilmu-sebelum-berkata-dan-beramal.html
https://rumaysho.com/5022-manfaatkanlah-5-perkara-sebelum-menyesal.html
https://muslim.or.id/59956-begini-maksud-perintah-sering-mengingat-kematian.html
https://islam.nu.or.id/hikmah/lihatlah-ke-bawah-engkau-akan-dinaikkan-eySP4
https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-tPYCH