Langsung ke konten utama

Selektif Memilih Teman

Selektif Memilih Teman

(Disampaikan di ma'had imam muslim)

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala atas segala nikmat yang kita rasakan selama ini. Kita bersyukur atas nikmat lingkungan yang baik, kita juga bersyukur atas nikmat teman-teman yang baik, kita bersyukur ditakdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala berada ditempat yang mulia ini; berada di tempat menuntut ilmu; berada di jalan surga طريقا إلى الجنة

Mari kita terus memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam, terutama pada hari jum’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Jamaah sidang jum’at rahimani wa rahimakumullah

Pada khutbah kali ini khatib akan menyampaikan khutbah yang berjudul selektif dalam memilih teman karib

Ketahuilah kaum muslimin, bahwa permasalahan pilih memilih teman bukan hal remeh, dan bukan hal yang sepele, bukan hal biasa, bukan hal enteng, sederhana, namun permasalahan pilih memilih teman sampai pada level yang sangat tinggi yaitu level agama.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل

Seseorang itu tergantung pada agama teman karibnya, maka hendaklah setiap kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

Dalam al-Qur’an Allah memerintahkan kita agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Dalam pepatah arab dikatakan:

 الصاحب ساحب 

teman itu dapat menarik temannya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap (HR. Bukhori & Muslim).


Maka marilah kita selektif dalam memilih teman. Bertemanlah kita dengan orang-orang yang baik; shalih, maka insyaAllah kita juga akan menjadi baik sepertinya.


Maka bertemanlah kita dengan dengan orang yang gemar membaca qur’an, mudah-mudahhan insyaAllah kita juga akan gemar membaca al-Qur’an.

Jangan kita berteman dengan orang yang gemar mendengarkan musik, karena hal tersebut berpotensi bersar membuat kita juga gemar mendengarkan musik.

Bertemanlah dengan orang-orang yang gemar shalat di shaf pertama, mudah-mudahhan insyaAllah kita juga akan gemar shalat di shaf pertama.

Jangan kita berteman dengan orang-orang yang gemar masbuk; ketika adzan berkumandang dia menunggu iqomah, ketika iqomah berkumandang dia menunggu ruku’, maka jangan kita berteman dengan mereka, karena hal tersebut berpotensi bersar membuat kita juga selalu masbuk

Bertemanlah dengan orang- orang yang semangat belajar, mudah-mudahhan insyaAllah kita juga akan semangat belajar.

Jangan kita berteman dengan orang yang gemar cabut; bolos masuk kelas, karena hal tersebut berpotensi bersar membuat kita menjadi sepertinya.

Jamaah sidang jum’at rahimani wa rahimakumullah

Kisah kematian Abu Thalib yang sama kita ketahui dan kita fahami. Sebuah kisah yang mencerminkan akibat buruk dari teman yang buruk.

Dikisahkan ketika Abu Thalib hendak wafat, berkumpullah di dekat kepala Abu Thalib Rasulullah, kemudian Abu Jahal, dan Abdullah bin Umayyah.

Rasulullah mengatakan,

Wahai Pamanku,

قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ،

katakan ‘laa ilaha illa llah‘!

كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ

Satu kalimat yang akan aku jadikan bahan pembelaan bagimu di hadapan Allah

Namun, dua tokoh kafir itu menimpali,

أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟

Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?

Sampai akhirnya Abu Thalib enggan mengucap laa ilaha illallah dan tetap memilih agama Abdul Muthalib. Ia pun mati dalam kekufuran. (Lihat hadits riwayat Al-Bukhari, no.1360; Muslim, no.131; An-Nasai, no. 2034)

Lihatlah hadirin, bagaimana akibat dari berteman dengan teman yang buruk. Abu Thalib berteman dengan Abu Jahl dan Umayyah, maka keduanya menghalanginya untuk mengatakan laa ilaaha illallah hingga wafatlah Abu Thalib di atas agama Abdul Mutthalib yaitu agama jahiliyah.

Jamaah sidang jum’at rahimani wa rahimakumullah

Namun berbeda ketika kita berteman dengan orang yang baik; shalih, dia akan mendatangkan kebaikan demi kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Sebagaimana Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya. Bahwa ketika kaum Mukminin telah melewati jembatan Shirath, mereka pun datang kepada Allah dan berkata:

رَبَّنَا كَانُوا يَصُومُونَ مَعَنَا وَيُصَلُّونَ وَيَحُجُّونَ

Wahai Rabb kami, mereka (teman kami yang masuk neraka) berpuasa bersama kami, mereka shalat bersama kami, dan mereka berhaji bersama kami 

Mereka terus minta kepada Allah agar teman-temannya, saudara-saudaranya tersebut dikeluarkan dari api neraka. Lalu Allah berfirman:

اذْهَبْ إِلَى النَّارِ

Silahkan kalian pergi ke neraka” Dan keluarkan orang-orang yang kalian kenal yang mengucapkan  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, yang mentauhidkan Allah, keluarkan mereka dari api neraka.

Oleh karena itu, selektiflah kita memilih teman karib; pandai-pandailah memilih teman bergaul. Karena teman kita akan menularkan sifat-sifat yang ada padanya.

 بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم


Khutbah II 

Jamaah sidang jum’at rahimani wa rahimakumullah

Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21).

Ayat ini mengajarkan kepada kita, agar kita selektif  mengidolakan seseorang, dan sebaik-baik idola adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasalam.

Karena ketika kita salah mengagumi seseorang, maka akan berujung kepada neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan penghuni surga yang menyesal:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾

Aduh, andaikan aku tidak menjadikan dia sebagai teman akrabku. (QS. Al-Furqon)

Ikutilah sunnah-sunnah Rasul shallallahu alaihi wasalam hatta fi sunnah al-jibillah.

نَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الفَاتِحِيْنَ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Sumber:

https://muslimah.or.id/4865-kenalilah-siapa-dia-tips-memilih-teman-akrab.html

https://rumaysho.com/1287-pengaruh-teman-bergaul-yang-baik.html

https://rumaysho.com/203-perbanyaklah-shalawat-di-hari-jumat.html